Skip to main content

Bagaimana Mengajarkan Al-Quran dengan Baik?

Blog Muhammad Amedz - Menjadi guru adalah salah satu anugerah dari Allah swt, karena tidak semua orang mampu melakukannya. Apalagi di zaman sekarang yang kebutuhan orang sangat beragam terkadang mengajar mendapat kendala tersendiri. 

Namun, perlu disadari bahwa tidak akan lahir orang-orang pintar dalam membaca Al-Quran jika tidak ada guru yang ikhlas mengajarkannya. Dalam belajar dan mengajar membutuhkan konsentrasi dan keikhlasan dari kedua pihak yaitu guru sebagai pemberi ilmu (wasilah/jalan) dan murid sebagai penerima ilmu. Keduanya harus sama-sama ikhlas baik dalam mengajarkan dan menerima ilmu apalagi ilmu agama dan Al-Quran.

Kemudian menjadi guru Al-Quran tidak cukup berbekal ilmu yang diterima di pesantren dan guru Al-Quran pun harus terus melakukan Talaqqi kepada guru-guru lain yang memiliki sanad kepada Rasulullah. Jika Guru Al-Quran hanya merasa cukup dengan ilmu yang pernah dipelajarinya dan berhenti dalam mendalami bacaan-bacaan Al-Quran baik hafalan atau membaca jelas akan menjadikan dirinya memiliki ilmu terbatas. Maka kemampuan guru-guru Al-Quran juga harus memiliki standar yang jelas dan terus ber-talaqqi kepada guru-guru Al-Quran lain yang lebih senior.

Prioritas seorang guru Al-Quran adalah fokus dalam melaksanakan hadits Rasulullah "sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Quran" dan terus dipraktekkan dalam kehidupannya sehingga menjadi contoh kepada murid-muridnya agar terus menggali potensi dalam belajar dan mengajarkan Al-Quran. Syukur bila ke depannya dapat mengamalkan seluruh isi kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.


Comments